By   Article Published 28 April 2015
 

Sejak kedatangan awal pada tahun 2010, Instagram telah memberikan kesempatan bagi merek bisnis untuk menjadi audiens dan terlibat dalam komunikasi virtual mereka. Mereka bisa menceritakan kisah melalui kekuatan visual atau konten gambar dan video. Memang benar jauh sebelum itu ada Facebook yang menjadi tempat bagi kita untuk berbagi informasi dan kisah bisnis. Tapi saat ini Instagram mengambil alih perhatian netizen untuk sebuah media promosi.

Setiap hari, hampir setengah dari pengguna memanfaatkan aplikasi ini dan menghabiskan hampir 21 menit untuk menggunakan aplikasi. Merek ternama dengan cepat dapat menyadari potensi Instagram. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan untuk Instagram dalam waktu 3 bulan(Q4 2014), menemukan bahwa 86% dari Interbrand pada 2014 masuk dalam Top 100 Brands memiliki akun Instagram resmi mereka. Ini naik dari 71% pada tahun sebelumnya. Ini membuat banyak lini bisnis baik besar maupun kecil tertarik dan mulai mempertimbangkan untuk bergabung.

Tapi semudah apapun menggunakan Instagram, mereka harus tahu apa saja yang harus dan tidak boleh mereka lakukan. Terlebih ketiak mereka ingin membangun merek dengan lebih besar lagi.

Banyak yang bertanya apakah cara yang selama ini sudah benar? Karena kesalahan dalam mengelola bisa membuat Instagram kita sepi dan tidak memiliki interaksi apapun. Dan bisa jadi inilah kesalahan kamu:

Kesalahan #1: Kamu belum siap dengan strategi Goal Driven

Instagram menawarkan sebuah saranan bercerita melalui foto dan bahkan video. Cara ideal ini ditawarkan untuk bisa menampilkan produk seolah - olah nyata di hadapan kita. Kitapun juga bisa menunjukkan kemapuan toko kita dari waktu ke waktu melalui foto, seperti pembangunan toko baru, pencapaian penghargaan bisnis, menunjukkan ruangan kantor, karyawan dan juga kegiatan pengiriman barang. Kitapun bisa menampilkan beberapa cuplikan dari testimonial yang pelanggan berikan. Penyampaian ini bisa kita lakukan dengan foto ataupun video.

Tapi sebagus dan secantik apapun foto atau video yang dipublish, semua harus memiliki tujuan dan nilai. Tidak ada artinya ketika foto hanya sebatas konten visual yang sedap dipandang, tanpa memberikan arti atau maksud kepada pengunjung. Semua harus tahu apa tujuan kamu ketika memposting foto atau video tersebut. Selain itu penyampaian nilai dan tujuan juga bisa melalui caption ataupun hashtag.

Kesalahan #2: Mereka tidak fokus pada kualitas

Sama pentingnya dengan strategi Goal Driven, kualitas konten juga sangat dibutuhkan. Ini akan membantu kita membuktikan perbedaan antara kehadiran konten yang bermanfaat dan yang mudah diabaikan. Kita mungkin perlu meluangkan waktu untuk mengetahui bagaimana Instagram bekerja, membaca pola mereka dan menuliskan apa saja yang bisa kita lakukan.

Pengguna biasanya menelusuri satu kolom foto, melirik dengan cepat foto tersebut dan kemudian beralih kebagian caption atau keterangan gambar. Bagi mereka yang tertarik dengan keterangan yang kita tuliskan, dengan rela meluangkan sepersekian detiknya untuk membacanya. Di dalam caption ataupun hashtag, tuliskan semua yang dimaksud dari gambar. Apa artinya, apa maksudnya, apa tujuannya dan bagaimana nilainya.

Semakin fokus kita pada kualitas konten yang dipublikasi di Instagram, pengguna akan cenderung melambat dan kemudian berhenti dan bahkan ikut terlibat atau memfollow account kamu. Dibanding dengan sosial media yang lain, postingan di Instagram memang jauh lebih menarik dan memiliki statistik yang bagus.

Kesalahan #3: Memiliki sedikit konten yang diposting

Menurut sebuah studi oleh Union Metrics, sebuah postingan merek di Instagram rata - rata hampir 1,5 kali per harinya. Dalam studi yang sama, sebuah merek ternama akanmempostng satu konen visual dalam satu jam sepanjang hari mereka. Dan mereka melihat bahwa tingkat keterlibatan pengunjung jauh lebih banyak. Setiap pemilik akun Instagram yang mempertontonkan merek mereka memiliki waktu tertentu untuk memposting.

Dan mereka konsisten memposting pada waktu yang sudah ditetapkan. Itu membuat pengunung mudah menemukan dan mengikuti apapun yang mereka posting. Nah, dari sini kita bisa mulai membuat jadwal kapan saja kita akan memposting konten. Jika kita memiliki target 15 postingan setiap harinya, maka gunakan target itu dengan waktu yang terus sama dan konsisten.

Kesalahan #4: Mereka menyalahgunakan penggunaan #Hashtag

Instagram tidak bisa dipisahkan dengan penggunaan #Hashtag untuk melengkapi caption atau keterangan dari konten kita. Tapi hashtag akan menjadi sangat tidak efektif ketika kita tidak menggunakannya dengan semestinya, seperti terlalu sedikit, terlalu banyak, tidak relevan dengan banyak atau tidak ada sama sekali.

Mirip dengan platform media sosial yang lain, Hashtag memainkan peran penting dalam proses penemuan pengunjung dengan sebuah akun. Merek yang kurang dikenal atau merek dengan jumlah follower rendah dapat memanfaatkan hashtag populer dan relevan untuk membangun momentum dan meningkatkan eksposur konten mereka.

Selain membantu seseorang menemukan sebuah akun, hashtag dapat membantu kita membangun brand awareness. Pertimbangkan juga untuk membuat dan mempromosikan harshtag ber-merek sebagai bagian dari stratgei yang lebih mendalam.

Kesalahan #5: Mereka membeli pengikut/engagement

Suka atau tidak suka, membeli dan menjual follower di Instagram memang menjadi bisnis yang besar. Kalau kamu tidak ingin membuang - buang waktu untuk mulai mengumpulkan follower dari awal, cara ini bisa kamu gunakan. Bahkan strategi ang lebih dikenal dengan SFS ini sudah mulai digunakan untuk akun - akun online shop. Karena mereka tentu memiliki target besar untuk follower dan hanya memiliki waktu singkat untuk menjual produk.

Nah, menggunakan Instagram untuk berbisnis online juga sudah sangat banyak. Dengan Instagram, bisnis online kita mudah untuk menjangkau pasar dan mengetahui siapa saja yang tertarik dengan bisnis kita. Tapi kembali lagi, peran Instagram di sini masih menjadi sebuah media sosial yang mendukung website toko online resmi. Karena bisnis online akan jauh lebih dipercaya ketika mereka memiliki website resmi juga. Menggunakan Instagram memang mudah ditemukan dan digunakan, tapi akan jauh lebih mudah untuk mendapatkan keuntungan ketika kita tahu caranya :)

Baca juga:

10 Tips Marketing Toko Online di Instagram

[Infografis] Instagram untuk Marketing? Inilah Strateginya



Related Article